Sindrom OKB (Orang Kaya Baru)
Lupa kacang akan kulitnya adalah
sebuah peribahasa.Ungkapan yang layak diberikan pada orang yang lupa akan
dirinya. Dia terkadang melupakan keaadan semula yang telah dilalui sebelumnya. Semua
yang telah diraihnya sekarang, dalam anggapannya hasil yang diraih sekarang adalah usaha
semata-mata dari dirinya. Dia merasa
bahwa telah berusaha maksimal, maka bila
hasil yang diraihnya memuaskan maka itu adalah hasil usaha yang keras.
Lupalah dia kepada siapa yang telah
menciptakannya. Menakdirkan kehidupan yang lalu dan kehidupan yang akan datang
pada dirinya.Tak pernah terlintas dalam pikirannya untuk tujuan apa dia hidup
di dunia. Seakan-akan hidupnya di dunia ini untuk selamanya.Sehingga lupa untuk
mensyukurinya. Marilah kita belajar dari kisah berikut ini.
Dari Abu Hurairoh r.a. katanya
dia mendengar Rasulullah SAW bercerita: “Ada tiga orang Bani Israil penderita cacat,
masing-masing penderita kusta, berkepala botak, dan buta. Allah Taala bermaksud
hendak menguji mereka. Lalu Allah mengirim seorang malaikat kepada mereka.
Mula-mula didatanginya penderita
kusta seraya berkata kepadanya,” Apakah yang paling engkau sukai?” Jawabnya,” Warna dan
kulit yang bagus, serta kesembuhan dari penyakit yang menyebabkan orang jijik
kepadaku.”. Maka diusapnya orang itu, lalu sembuh penyakitnya. Kemudian
diberinya dia warna dan kulit yang bagus. Kata malaikat, “Harta apa yang paling
engkau sukai?” Jawab orang itu, “ Unta!” Lalu diberinya unta bunting yang
hampir beranak. Malaikat mendoakannya, Semoga Allah memberi berkah bagimu
dengan pemberian ini.”
Sesudah itu malaikat mendatangi
orang yang berkepala botak . Katanya, “apa yang paling engkau sukai?” jawab
orang itu, “Rambut indah dan hilangnya aib yang menyebabkan orang benci
kepadaku”. Maka diusapnya orang itu, lalu hilanglah aib dirinya. Kemudian
diberinya pula rambut yang indah. Tanya malaikat, “ Harta apa yang paling
engkau sukai?’ Jawab orang itu, “Sapi!” Maka diberinya orang itu sapi bunting
seraya berkata, “Semoga Allah memberkati kamu dengan pemberian ini.” Kemudian
malaikat mendatangi orang buta seraya berkata, “ Apakah yang paling engkau
sukai?” Jawab orang buta, “Semoga Allah mengembalikan penglihatanku supaya aku
dapat melihat orang banyak.” Maka diusapnya orang buta itu, lalu di dapat
melihat. Kata malaikat, “Harta apa yang paling engkau sukai?” Jawab orang buta,
“Kambing.” Lalu diberinya orang itu kambing serta anaknya. Maka berkembang
biaklah ternak-ternak pemberian malaikat itu. Unta menjadi satu lembah penuh,
sapi menjadi satu lembah penuh, dan kambing penuh satu lembah.
Beberapa waktu kemudian, malaikat
mendatangi si penderita kusta, dengan rupa dan keadaan seperti dia dahulu. Kata
malaikat itu, “Aku seorang miskin. Dan aku kehabisan perbekalan dalam
perjalananku yang masih jauh.sekarang tidak ada yang dapat menyampaikanku ke
tujuan melainkan hanya pertolongan Allah melalui pertolongan anda. Karena itu
ku mohon kepada anda dengan nama Allah yang telah memberi anda warna dan kulit
yang bagus serta ternak unta. Sudilah anda memberiku sekedar perbekalan untuk sampai ke tujuanku.”
Jawab orang itu, “Aku banyak tanggungan.” Kata malaikat, “ Aku seolah-olah
masih ingat kepadamu. Bukankah engkau si penderita kusta yang dijijiki orang dahulu?
Tadinya engkau miskin, lalu diberi Allah rezeki.” Jawab orang itu, “Harta ini
kuwarisi dari nenek moyangku orang terhormat.” Kata Malaikat, “Jika engkau
dusta, maka Allah mengembalikanmu kepada keaadaanmu semula.”
Kemudian didatanginya pula orang botak dengan
rupa sepertinya dahulu seraya berkata kepadanya seperti yang dikatakan malaikat
kepada penderita kusta. Orang itu menolak permintaan malaikat seperti halnya
penderita kusta. Kata Malaikat, “ Jika engkau dusta Allah mengembalikamu kepada
keadaanm semula.” Kemudian didatanginya pula orang buta dengan rupa dan keadaan
seperti orang itu dahulu. Kata malaikat,” Aku miskin dan aku ibnu sabil. Aku
kehabisan perbekalan dalam perjalanan. Tidak ada yang dapat menolong menyampaikan
ke tujuan, melainkan hanya Allah, kemudian anda. Maka kumohon kepada anda atas
nama Allah yang telah mengembalikan penglihatan anda, semoga anda sudi memberikan
seekor kambing supaya aku sampai ke tujuanku.”
Jawab orang buta, “Dahulu aku buta, kemudian Allah mengembalikan
penglihatanku dan diberinya aku ternak ini.Ambillah seberapa engkau perlukan
dan tinggalkan sisanya menurut kehendakmu. Demi Allah aku tidak keberatan
sedikit juapun terhadap apa yang anda ambil karena Allah.” Jawab malaikat, “Tidak!
Tahanlah harta anda. Sesungguh aku hanya menguju anda. Anda sungguh diridhoi
Allah. Sedangkan kedua sahabat anda di murkai Allah.” (Hadist Riwayat Muslim)
Sungguh benar apa yang dikisahkan
diatas, manusia yang beri kenikmatan setelah kesulitan terkadang lupa akan apa
yang telah dialami dahulu. Kenikmatan itu telah membuatnya lupa diri, sehingga
lupa bersyukur. Selamatlah bagi orang yang mau bersyukur. Yaitu orang-orang
yang selalu sadar akan kenikmatan yang telah diberikan Allah kepadanya. Dia
mampu mensyukuri apa yang telah diterimanya, dengan rela memberikan sebagian rezeki
untuk orang yang membutuhkannya.
Saudaraku.... inilah pelajaran
penting yang harus kita perhatikan dalam mengarungi kehidupan di dunia dan
nanti di akhirat. Semoga Allah Ta’ala memberikan kita berkah atas apa yang
telah kita miliki serta mampu mensyukurinya.
sudah lama gak baca kisah ini ... jadi teringat lagi .. Alhamdulillah
BalasHapus